Layout by Layoutsandmor3
ladeezdafunk
read my profile
sign my guestbook

Visit ladeezdafunk's Xanga Site!

Name: Aneeta
Gender: Female


Interests: Music, Writing, Books, Novel, Hip Hop, Jamie Cullum, Outkast, Greenday, Nirvana, Cold Play, Poetry, Movie, Beavis & Butt-head, Cristiano Ronaldo, Romo Mangun, Oscar Wilde, Shakespeare, Spiderman, NAIF, Nicholas Saputra, XXL-Magz!
Occupation: journalist
Industry: newspaper


Message: message me
Website: visit my website
MSN: freudian83@hotmail.com
Yahoo: lady_mcfunky@yahoo.com
Yahoo: aneeta_mathers@yahoo.com


Member Since: 10/29/2004

SubscriptionsSites I Read
jam_being_real
LIS88
puppy_roxy
nenoneno

Posting Calendar

|<< oldest | newest >>|
view all weblog archives

Get Involved!

Suggest a link

Recommend to friend

Create a site


Saturday, April 07, 2007

CatTIn9 (CATatan Tak pentING =p)

 

ara

 

Takdir

 

Lelaki muda itu tersandar di tepian dinding kusam, merangkul adiknya dalam satu lengan. Mulutnya terbuka lebar, tampak tergelak dalam kehampaan. Dia tidak sedang  menertawakan sebuah lelucon, tentu saja. Si laki muda itu sedang melolong, menangis  kering tanpa tetes air mata. Dia menangisi jasad tua di depannya yang terbaring kaku  ditutupi kain biru bermotif kembang.

Hari itu, di sebuah tempat bernama Baghdad, bom baru saja diledakkan. Ratusan jasad lain, juga sedang ditangisi oleh laki muda dan adik. Atau perempuan muda dan kakak. Atau ibu tua dan anak.

Ribuan mil dari negeri penuh tangis itu, seorang nenek sedang menyisir rambut sambil tertawa. Merasa lucu melihat anak muda beransel membidikkan kamera ke arahnya. Lantas ke gubuknya, lalu ke halamannya. Halamannya yang hanya berjarak satu meter dari lintasan rel kereta api Pasar Turi.

Di tempat lain, dalam garis bujur dan lintang yang bertolak, dalam sebuah talk show. Seorang bintang muda yang baru menduda, sedang membisikkan sesuatu pada pacar barunya. Sang pacar yang pirang bergaun emas tampak terperangah. Si duda lantas mencium leher sang kekasih.

Para hadirin yang datang memenuhi studio bersorak gempita. Dan esoknya; kerabat, teman, klien, serta tetangga-tetangga para hadirin pun bersorak serupa. Setelah mereka melihat lembaran-lembaran berita si duda dan pacarnya.

Ini memang cerita usang tentang rupa jagad. Pewarta sering mengabarkannya, dan separo dari penduduk dunia mestinya tahu itu. Bahwa ada dua anak menangis, nenek tertawa, dan duda yang mencium pacarnya.

Lebih dari separo dari separo penduduk dunia tadi, bahkan sempat menilik gambar dua anak menangis, nenek tertawa, dan duda yang mencium pacarnya. Tapi mereka hanya melihat --selintas--, kurang dari separo dari separonya separo tadi yang berpikir.

Terlalu naif memang jika meminta mereka turut menangis atau terundung duka. Karena kehidupan terus berjalan, dengan atau tanpa dua anak, nenek, dan si duda. Pasalnya, bagi sebagian orang (mungkin juga bagi laki muda, nenek, dan si duda), semua yang terjadi adalah sebuah suratan takdir yang tak bisa lagi diubah; (seperti Ira Maya Sopha, yang dengan mengucap syukur mengatakan: Tuhanlah yang memberikan jalan bagi saya untuk bercerai. Bukankah Tuhan membenci perceraian?).

 

Semua sudah tergaris, manusia hanya bisa berusaha, begitu ditambahkan agama.

 

Permasalahannya, usaha macam apa yang dapat dilakukan manusia ketika dia terlahir di tengah negeri penuh benci. Atau menjadi anak dari seorang pencari botol bekas, yang tentu saja, tak berpunya. Usaha macam apa yang bisa dilakukan si nenek agar malamnya tak bising penuh deru lokomotif jika dia ’’ditakdirkan’’ hidup di seberang rel kereta api. Nenek mungkin tak pernah, atau bahkan sering—saya tak tahu pasti— bertanya kepada  Gusti Allah: kenapa Dia memilihnya untuk tinggal di setapak rel pasar turi yang kumuh? 

 

Apakah ada yang benar-benar mencintai dan setia akan nasibnya?

 

Seperti Sisipus. Mitos Sisipus yang ditulis begitu memukau oleh Albert Camus.  Mengisahkan seorang hamba yang bernasib sial lantaran dikutuk para dewa untuk terus-menerus mengangkat batu ke atas gunung. Dan jika batu sudah sampai di pucuk, maka batu itu akan menggelinding lagi. Turunlah Sisipus ke kaki gunung, dan mulai mengangkat batu lagi.

Tapi ketika sampai di puncak, lagi-lagi, batu menggelinding. Hidup Sisipus lantas dihabiskan untuk mengangkat dan mengangkat batu lagi. Saya membayangkan, saat ini banyak sekali Sisipus di muka bumi. Yang dengan setianya mengangkat batu dan terjungkal kembali dan kembali. Sang Maha Pengasih sedang ’’mengutuknya’’ seperti Sisipus dikutuk para dewa.

Dan mereka harus menjalani kutukan begitu panjangnya. Seumur hidupnya. Seperti Sisipus. Seperti sang nenek yang sejak kanak melulu menjerang air pada tungku dan wadah yang sama. Sedang yang lain menikmati berjuta kenikmatan. Ada yang sekedar berbentuk Roll Royce, atau hadiah sebuah griya tawang dari sang pacar. Atau sebuah promosi kedudukan.

Tak usah mempertanyakan apa yang direncanakan Tuhan. Karena Bapak Positivisme Auguste Comte, pernah bersabda. Bahwa manusia memiliki tiga fase menuju tahap ’’final’’. Yakni, teologis, metafisis, dan ilmiah atau positif. Tentu, Comte menyarankan semua orang menuju tataran paling akhir dalam teori yang dia susun. Bahwa pada akhirnya manusia bisa berkuasa atas dirinya sendiri. Bahwa hidup adalah sebuah tanda tambah yang besar. Sebuah kepositifan yang agung.

Ini seperti apa yang dipercaya seorang teman. Seorang teman yang mengangkat alis ketika melihat segerombolan orang (yang kemudian dia sebut kaum negatif) melulu (dalam istilahnya) menggerutu tentang laki muda yang melolong kering dan nenek yang menyisir rambut.

Baginya, selalu ada yang bisa dilakukan, karena hidup adalah sesuatu yang kita pegang sendiri kontrolnya. Kitalah nahkoda yang berkuasa atas bahterah yang kita lautkan mengarungi kefanahan. Selalu ada sesuatu yang bisa dilakukan.

Seorang kawan dapat bertutur indah. Layaknya Comte yang begitu percaya diri. Karena kawan dan Comte tidak menyisir rambut di pinggir rel. Tak juga harus mengendap-endap di rumah sakit Al-Kindi.

Tapi tak apalah, karena laki muda dan nenek tertawa tahu. Bahwa keadilan hanya ada di langit. (anita rachman)

------------------------------------------

note: i wrote it some months ago. yes, i was trying to be a goenawan mohamad. and glad to know that i have failed. but i wont quit. coz i believe that mimesis is positive.

------------------------------------------

 

 


Sunday, January 28, 2007

Can u tell people from their shoes??

sepatu wartawati imut & fotografer gombes (1)

my shoes and guslan's

can you really tell people from their shoes? yes you can or cannot. (it's always like that! rite?). 1) will you conclude, by seeing my shoes, that i love blue and girly? no darling, i love black and boyish. 2) will you say that guslan, the fotographer, is big and tall, and all? yes, he is!  

 

what's my point? sorry i dont have one. i got a story. let's see will you find the point? or two? surely by yourselves!

 

we've seen something that day. tapi saya yakin kalian tak bakal tahu (sebelum saya bercerita, tentu saja!). sebenarnya tidak terlalu spesial sih, tapi sungguh, ada sesuatu yang lucu (dan sangat ironi) yang kami alami hari itu.

 

kami (tepatnya saya) memotret sepatu-sepatu kami di hotel hyatt--kami ada liputan pameran pendidikan--yang sungguh, kawan, sebenarnya tak ingin kami liput (karena sungguh membikin mual cara salah seorang dari banyak kelompok di pameran itu dalam menggundang kami. menawarkan makan malam dan sebuah amplop! kenapa nara sumber mengira semua wartawan sama? ini sungguh memalukan dan menyedihkan, oh kawan!). okay, sekarang kalian jadi bertanya, lantas kenapa saya tetap datang bersama guslan? apakah kami menerima tawaran makan malam dan amplopnya? tentu kawan, jawabannya TIDAK! kami masih punya etika (dan--entah apa namanya itu, tapi mungkin--tanggung jawab dan kesadaran kami jauh lebih mahal dari sepiring nasi dan mangkuk-mangkuk berisi kepiting di restoran kepiting bernama kenari). kami tetap datang karena... redaktur kami memintanya. yah, mungkin memang harus diakui ada yang penting di pameran itu. tapi... cara mereka mengundang membikin mood kami mendadak hilang.

 

okay, okay, saya mulai tidak fokus. hari itu saya liputan seharian bersama guslan. sebelum kami mampir ke hyatt, kami harus datang ke salah satu pondok pesantren di kawasan surabaya timur (dekat masjid ampel). ah, cukup susah juga mencarinya... karena tempatnya lumayan "terpencil" (saya mungkin sudah berhenti untuk bertanya sampai belasan kali. kenapa harus selalu saya yang bertanya? kenapa bukan guslan? forografer selalu manja!).

 

tapi jangan khawatir, kami menemukkan juga, at last. sebuah pondok pesantren di kawasan madura. ehem, maksud saya di kawasan surabaya timur di mana hampir seluruh penghuni kampung itu adalah orang madura. tunggu, saya tidak bermaksud untuk... terdengar seperti... tak menyukai orang madura, tapi... kenapa daerah itu begitu kumuh? sampah di mana-mana? para perempuan duduk mencari kutu? para pria merokok di depan tong sampah? dan mereka meludah sesukanya?

 

oh tidak kawan, ini belum semuanya! ketika saya masuk, tak ada orang di situ. hanya ada tiga orang sembahyang di masjid (sholat dhuhur) berjamaah, dan seorang sedang terlentang tidur bertelanjang dada di belakang. saya tak tahu harus berntanya pada siapa?! karena pada SAAT ITU mereka tak bisa ditanyai. dan saya tak sabar menunggu (seperti biasanya, kata guslan). saya lantas berkeliling ke bagian kanan pondok kawan, dan sepi. lalu ke bagian kiri pondok, juga sepi. ruang guru sekolah juga sepi. hanya bau pesing yang menyambut saya (ada tiga toilet yang berjejer di sebelah ruang guru, di belakang masjid). saya tak menyerah tentu (saat itu saya membayangkan wajah marah redaktur saya)….. (bersambung, mo cabut dulu! besok dilanjutin!)

 


Saturday, December 09, 2006

Bang SMS Siapa Ini Bang...

 

oh... im so bored of those polygamy-talks!!! and how could Aa Gym disappoint me, somehow? sorrie, i have no idea to write about polygamy. i just have a short conversation through short message service (sms) bout Aa (and not polygamy--haha. u know, the issue just blew up bcoz of Aa, anyway!) with bang WW (yupe, Wimar Witoelar, proudly present banget! lol. still miss u W!!!!).

 

envelope

 

>>Neeta

Long,long time no see!how r u bang WW? It seems like everybody's talkin bot polygamy 2d..did u write sumthin bot it?I should check po. Miss u, miss u!hehe.

WW<<

Ah terlalu murah isu itu. Semua ngomongin.

>>Neeta

Yupe,datz it..smpe The Jkt Post jg.hehe.tp emang byk yg kcw tu..trmsuk sy x..hehe..

WW<<

Kcw thdp aa gym? Masak sih. Dia sih emang penipu.

>>Neeta

Really?wah,jd pgn ngobrol sm WW ni..sumpah! Why penipu?

WW<<

Makai agama utk kumpulkan kekayaan.

>>Neeta

Ahaha..yah..bhkn mrk pny MQ Cola..God!jd,kt ga blh pake agama untk cr duit yah?tp bknkh smua kiai ky gt?

WW<<

Karena org ga bisa bedakan kiai baik dan jelek maka penipu bisa jadi kaya.

>>Neeta

Kiai baik contohnya sp mnrut WW?Gus Mus?Cak Nur?yah,Aa itu smcm entertainer yah? Performer?dy otaknya jg bisnis..why did i never see it b4?

WW <<

Penipu memang exploit gullibility.

>>Neeta

Hum..so im innocence..emang si.hehe.pcy ma sosok Aa..tp dy kliatan baek!n dy sgt mberi ksmptn bwt smua..WW uda tau dr dlu yah?syg Neeta ga pnh tny2 yah?

WW<<

Neeta kan jauh.

>>Neeta

Apa WW benci sm Aa?ato cuma ga suka?ato sm skali ga melibatkn emosi?yah si..far far away dr WW..melewatkn bjuta momen.. Duh!!

WW<<

U never use ur chances to widen ur views. Ga benci sm aa, ga seneng aja dia nipu innocents.

>>Neeta

Im trying,BELIEVE me..hix hix T_T Neeta jg sebel BGT kl liat smua itu..aduh..ah!benci!benci! Byk tmn WW yg ketipu?

WW<<

Kebanyakan temen sih udah tau dia impostor.

>>Neeta

Hehe..really?kebenaran cuma ada di langit.dan dunia adalah palsu..(kt Gie).lg ngapain ni bang WW?still miss u!hehe.

WW<<

Kebenaran banyak di dunia.

>>Neeta

U bet!apakh kbnrn itu bnama Indonesia?ato AS?ato George Bush?yg ada ga smua org jujur.. Ga byk!dunia mjd tmpt yg ga tllu mnyngkn untk ditgli.tp WW sgt positif..

WW<<

Rajin aja baca supaya ada arah diskusi bukan hanya mengeluh.

>>Neeta

Ah!!sgt mngena!!yupe,complaining is xo lame yah?Neeta lg pgn bc transkrip (usang) PNAC.tp blum2 smpat..tp kdg mlht yg bnr lwt pmbcaan pun ttp bkin mngluh..how can u be so pstv n kind?kok WW tau si Neeta jrg bc?ahaha..kliatan yah?haha.

WW<<

Haha iya dong typical negativism padahal dulu punya positive basis. Tll serius ngerjain rutin menghambat pertumbuhan perspektif.

>>Neeta

Ada saran?aduh, tnyt Neeta mglmi kmunduran nih.. Tp smangat,smangat!bknkh sllu ada hr esok?hehe.basi yah?tp te2p,smangat!!thx W.

WW<<

Byk cara kok asal tau mau apa.


so well, we're also talkin bout my what so called "kemunduran"... yupe, sedih rasanya mengalami kemunduruan... hix hix hix... knp selalu tak ada waktu untuk membaca dan mencerdaskan diri?

 

 


Wednesday, November 22, 2006

KUTIPAN

 

Compiled by aneeta – A Glimpse of my days.

 

’’Kami menyebutnya sleyer.’’ Jawab temanku, Kris, ketika aku bertanya, apa itu kain panjang bermotif batik yang dia ikatkan di tas punggungnya. Kami berdua lantas terbahak.

 

’’Politik itu adalah tumpuan segala-galanya.’’ Kata Agus Widjojo, Deputi 1 UKP3R dalam kuliah tamu di FISIP Universitas Airlangga. Pak Agus orangnya kalem.

 

’’Tapi ada kata-kata lain yang saya ucapkan dan tidak Anda tulis.’’ Bunyi pesan pendek Kristiono, ketua IKA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) –yang adalah mantan dirut Telkom—setelah tulisan mengenai pemilihan ketua IKA geger dimuat. Kenapa narasumber selalu ingin mendikte wartawan?

 

’’Delapan belas.’’ Jawab Prof Mahmud Zaki, ketua pemilihan calon rektor ITS ketika saya bertanya berapa nomor (saya lupa menyebut kata: telepon) rumahnya. Prof Zaki memilih hidup tanpa HP.

 

’’Hobi saya tidur.’’ Tutur Ananda, runner up 1 Puteri Indonesia yang adalah Puteri Lingkungan Hidup 2006. Dia diundang untuk memberi ceramah singkat masalah lingkungan dalam acara Dies Natalis ITS ke-46. Pasti melelahkan menjadi seorang puteri.

 

--to be continued--


Tuesday, October 10, 2006

 

 

                                                   blogzie     

 

now wuutt??

 

i went to american corner in unair last tuesday. tk al-falah invited me (yupe, i also write bout lil kidz! lol). they wanted to send a peace letter to mr. bush (junior!), d president of d u.s. (of course, dear!). well, since mr. bush is very busy with his war business, so mrs. claire a. pierangelo, d consul-general, in Surabaya, welcomed them.

 

it wasnt my first time to meet claire. i met her some times ago in mr. shoji sato's (japan consul) welcome party in mandarin oriental (when i did a very stupid--but KWEL--mistake, lol!). she is straight and kind (or and kind, somehow. surely coz i dunno what's in her mind).  well, it's not easy to be an american here (i mean, every part of indonesia).

 

before i tell u d story, u need a glimpse of background. i mean, my background. i used to adore u.s n everything related to it. their culture, musics, technology, artists, movie stars... n all. u bet! it makes u proud, when u have some lil thing so american, dun u? well, but im a good moslem. in fact, im so so proud and grateful of being one. God bless me! >>> dat'z all for d background, hehe.

 

so... i came to american corner. n i saw about 25 kidz there, bringing a letter for mr. george walker bush. telling him to stop d war, so that d fathers and mothers (they didnt actually say whose or where those fathers n mothers live) can work... n d children can go to school. it was a 5 years old girl reading those lines to claire... n d teachers, they said d letter was originally made by d students. U BET!!!!

 

first thing, claire's response was calm. she said she appriciated d letter, n d students' effort to make d card by THEIROWN (she emphasised that word. repeating dat word with her eyes wide open... i know what was in ur mind claire). it wasnt d end, yet! another damn (am i sounding so cruel? i hope not) 5 years old kid, ask a question: "why are there so many policemen in d consul?"...

 

oh my. why should they ask those kinda questionz. was it his real question? it's not a kindergarten business to buzz around about d policemen in d consul!! please God!! this is what i dun like about "those" kinda moslem. they think --even-- a lil kid also should engage with those kinda "things". PLEASE!! PLEASE!!! their job is just to study... n play!! ENOUGH!! why should tell our kidz dat this world is so fragile--because of bush n some other reasons-- PLEASE!!! i hate those kinda things. datz why i didnt write those stuff in my writing. well, surabaya post wrote it tho. but please, IT DOESNT educate children at all!!

 

claire, answed dat question calmly. well, she then asked d childern to follow her to observe a map. american map. she told them about d states. san diego n all. n she gave each students a pencil, with d stripz as d logo... when she was walking around n sharing out d pencil... d children were so happy. couldnt wait for their turn... when i saw dat moment, i was like... "God, dat what happened to us, anyone of us". for so so many years d u.s kindly gave us "PENCILS"!!!! with their flag as d logo!!! n we happily recieved them!! JOYFULLY!!! oh mi GOD!!! i dunno who should i trust? or should i trust somebody, tho?

 

help me...

 

 



<< Previous 5 | Next 5 >>

YuPi, iAm LisTeNiG!!

Free Website Counter
Web Site Counter